Labels

Appreciate what you have, Believe in God and yourself, have a Courage to move on, and never stop to Dream.

Saturday, March 8, 2014

Initially


postingan pertama di tahun 2014 yang indah ini. Dan kali ini mencoba menulis sesuatu dengan bahasa ibu, yaitu bahasa Indonesia (karena sadar grammar kacau dan memang lebih mudah disampaikan dengan bahasa Indonesia, ok, pertanda butuh belajar bahasa Inggris lebih.. dan lebih).

Jadi, kemanakah saya selama ini (sangat berharap ada yang bertanya ;))? Secara garis besar dari Agustus 2013 hingga saat ini, disibukkan dengan yang namanya skripsi. Dan sekarang walaupun udah dinyatakan LULUS secara sah, masih banyak proses yang harus diurus, seperti tandatangan, jurnal, dan lain sebagainya.

Teringat (OK, paragraf ini tidak dimulai dengan kata jadi lagi, dan kebingungan melanda, kenapa dua paragraf di atas dimulai dengan kata jadi, ok ignore it) ketika masih nyusun skripsi dulu, kepikiran kalau udah sidang w bakal bebas banget, beban beribu-ribu ton langsung terangkat. Ternyata.. masih banyak proses yang harus dilalui. Dan flashback lebih dalam lagi ke masa sekolah dulu, pengennya cepat-cepat kerja biar ga mesti hafal-hafal rumus yang ga jelas penggunaannya dalam menunjang kehidupan sehari-hari, dan akhirnya setelah bekerja, baru sadar.. lebih baik hafal rumus ya. 

Teringat (OK, awal kata yang sama untuk paragraf sebelumnya, anggap saja ini sejenis art, seperti pantun a-b-a-b gitu) sebuah bacaan di buku yang recommended banget Chicken Soup fot the Soul. Disana ada satu kutipan yang langsung ngena banget. "Life isn't about waiting for the storm to pass… It's about learning to dance in the rain." Berdasarkan cerita yang disampaikan, apa yang w tangkap adalah, kenapa kita mesti nunggu sesuatu berlalu dulu baru rasain kebahagian. Misalnya, w kepikiran selesaiin skripsi w dulu, baru merasa beban beribu-ribu ton w terangkat. Padahal setelah selesai sidang, datang lagi hal lainnya. Jadi kapan bahagianya? Intinya, dalam kondisi apapun tetap ingat bahagia yang paling penting. Jangan ada kata-kata tunggu w selesai sidang lah baru gini baru gitu. Kalau mau lakukan sekarang juga.

Ya, tapi jangan disalahpahamkan ya. Kita tetap harus bertanggung jawab sama apa yang kita lakukan kog, Jadi jangan mentang-mentang bahagia penting jadi skripsi ditinggalkan ya. Ngutip lagi dari buku yang keren banget dan penulis yang juga keren, The Alchemist by Paulo Coelho, tentang seorang yang ingin mencari kebahagian. Jadi ketika dia bertanya pada seorang.. (sorry w lupa jadi kita ganti aja tokohnya dengan si A dan B ;)). Si A bertanya resep bahagia pada si B. Jadi si B minta si A bawa sendok sambil jalan-jalan kelilingi kastil atau apa gitu, ceritanya saat itu di kastil ada pesta kali ya, dan si A harus jaga air di sendok ga jatuh, Jadi berkelilinglah si A dan kembali dengan sendoknya dalam keadaan baik. Kemudian setelah kembali, si B bertanya bagaimana dekorasi dan perayaan di kastil ini. Si A menjawab ia terlalu sibuk menjaga sendoknya biar ga jatuh. Jadi, si B meminta si A untuk keliling tanpa membawa sendok, dan ketika kembali diceritakanlah semuanya tentang kastil itu. Dan terakhir si B berkatakebahagiaan adalah ketika bisa menikmati semuanya sambil tetap menjaga pegangan sendok di gengamanmu (Ok, maaf ya ceritanya mungkin agak berbeda dengan aslinya, tapi intinya tetap sama kog). 

Jadi, mulai sekarang berbahagialah dalam kondisi apapun. :)

1 comment:

  1. intinya tetap bersyukur apapun yang kita terima. :D

    ReplyDelete

Write your comment here, feel free to express, and Thank you for commented. I really appreciate it. :) [Don't forget to check back after commented, I'll reply it. And if you want me to follow you, just ask me, I will ;) ]